Sabtu, 19 Juli 2014

Did You Know ?

Kali ini gue mau menceritakan sebuah cerita yang isi ceritanya menceritakan tentang cerita yang lg muncul di otak gue. And did you know ? This is my first short story hihihi. Ceritanya simple ko, konflik ceritanya jg simple. Ya udah ya, dari pada gue cuman cerita ttg cerita ini terus mending gue langsung masuk ke ceritanya. Happy Reading !!!

K - L - M

Disuatu tempat yang nan jauuuuh disana....
Hiduplah Keyla, seorang gadis yang akan memasuki semester 3 di sebuah universitas yang ada di suatu kota. Sudah +/- 10 bulan belakangan ini dia dekat dengan seorang pria bernama Marcel. Mereka mulai dekat semenjak masuk semester 1, dan semua kedekatan mereka itu berawal dari bercanda. Semakin hari hubungan mereka menjadi semakin dekat, malah bisa dibilang jadi tak terpisahkan hohoho. Whereever she go he always beside her, begitu juga sebaliknya. Banyak hal yang sudah mereka lakukan bersama, dan semuanya itu hampir selalu menjadi moment yang membahagiakan bagi mereka.

Tapi tidak semua moment selalu membuat mereka bahagia, ada juga saat - saat yang membuat hubungan mereka menjadi dingin, dan mengesalkan. Mulai dari hal - hal kecil yang sebenarnya hanya untuk bahan candaan sampai hal - hal besar that can make they feel so hurt. Terkadang memang Keyla yang sering membuat Marcel kesal terlebih dahulu, tapi Marcel pun juga tak kalah sering membuat Keyla merasa kesal. Apalagi kalau sudah menyangkut masalah mantan.

Beberapa waktu yang lalu Keyla, Marcel dan teman temannya yang lain baru saja pergi berlibur bersama ke luar kota selama 2 hari. Lalu 2 hari kemudian setelah mereka pulang, Keyla masih merasa capek dan pusing karena ia kurang tidur selama pergi kemarin sehingga hari itu ia memutuskan untuk tidur siang. Sesaat sebelum ia tidur, ia dan Marcel sedang saling mengirim pesan singkat yang isinya membuat Keyla merasa sangat senang, dan akhirnya ia dapat tertidur dengan nyenyak.

Namun, ketika Keyla terbangun dari tidurnya ia sangat kesal karena membaca sms terakhir yang dikirim oleh Marcel. Sms itu berisi bahwa Marcel meminta izin akan pergi dengan mantan pacarnya dan 2 orang teman perempuannya yang lain, dia berkata bahwa dia sudah janji akan mentraktir mereka saat Marcel ulang tahun. Keyla sangat kesal, pertama karena janji itu sudah lama tapi Marcel baru memberitahunya sesaat sebelum ia akan pergi, kedua karena itu namanya bukan sms untuk meminta izin tapi hanya sms pemberitahuan, ketiga karena itu masih pukul 14.30 tapi Marcel sudah mau berangkat, padahal mereka baru akan makan sekitar pukul 6 sore. 30 menit sesudah Marcel mengirim sms itu, Keyla membalasnya dengan 1 kata "Iya".

Awalnya Keyla masih bisa sedikit bersabar, ia berfikir kalau selama Marcel pergi nanti mereka masih bisa terus saling memberi kabar maka Keyla tidak akan terlalu marah padanya. Tetapi ternyata sampai pukul 6 sore pun Keyla masih belum mendapat kabar dari Marcel. Keyla pun memberi waktu hingga pukul 8 malam, jika Marcel belum juga memberi kabar maka ia akan sangat marah padanya. Dan ternyata hingga pukul 10 malam Keyla masih belum menerima kabar sedikitpun dari Marcel. Ia sudah berusaha beberapa kali mengirim sms kepada Marcel tapi nyatanya ia tidak mendapat balasan sedikitpun. Sepanjang sore hingga malam itu Keyla selalu memikirkan Marcel, selalu mengecek hp, dan selalu berharap setiap ada sms masuk. Tetapi selalu bukan nama Marcel yang muncul.

Dipikiran Keyla mulai muncul berbagai macam hal. "Mereka disana ngapain aja ya ?" "Marcel inget sama aku ga ya ?" "Pasti nanti pulangnya Marcel nganterin cewe itu pulang deh." "Marcel naik mobil apa motor ya ?" "Kalo naik mobil berarti ga pake hadiah dari aku dong." "Kalo ga pake itu dia inget sama aku ga ya ?" "Kalo naik motor nanti pulangnya Marcel dipeluk ga ya ?" "Kalo naik mobil pasti cewe itu duduk didepan sama Marcel." "Mereka berduaan ngapain aja ya ?" "Mereka disana duduknya sebelahan ga ya ?" "Pasti mereka disana lg seneng - seneng deh." "Mereka di sana so sweet ga ya ?" "Pulangnya bakal bilang love you sama love you too lg ga ya ?" "Habis ketemuan gini nanti Marcel bakal ninggalin aku ga ?" "Marcel ngapain aja sih sampe ga ngabarin aku gini ?" "Kalo aku telfon dia gimana ya ?" "Nanti kalo dia malah marah sama aku gimana ya ?" "Kan aku masih bukan siapa siapanya sekarang heem." "Marcel dapet kado ga ya dari cewe itu ?" "Kalo dapet kadonya apa ya kira - kira ?" "Dia masih punya perasaan sama cewe itu ga ya ?" "Aaahhh gue super bt! Tp gue ga boleh bt."

Pukul 11 tepat Keyla masih belum menerima kabar dari Marcel. Akhirnya ia memutuskan untuk membuka twitter dan mencari kabar tentang Marcel. Saat itu Keyla mulai mencari tahu dengan mengetikan username twitter Marcel, lalu munculah sebuah tweet yang memposting foto Marcel bersama 3 orang perempuan, dengan posisi Marcel bersebelahan dengan mantan pacarnya. Pikiran Keyla sudah semakin kacau dan ia memutuskan untuk langsung kembali ke kasurnya.

Akhirnya, +/- pukul 11.30 malam Marcel pun menelfon Keyla. Keyla sangat senang tapi sekaligus kesal.Setelah beberapa kali ia mereject telfon Marcel, akhirnya Keyla menerima telfon Marcel. Disana Marcel meminta maaf kepada Keyla. Tp karena Marcel berbicara dengan tidak jelas akhirnya Keyla kesal, ia mematikan telfonnya, dan menonaktifkan hpnya selama 10 menit. Saat Keyla kembali mengaktifkan hpnya, ia berharap bahwa Marcel masih mencoba menelfon atau mengirimkan sms kepada Keyla, tetapi ternyata tidak ada telfon atau sms satupun yg ditrima oleh Keyla. Keyla sangat kesal dan langsung mengirim pesan ke Marcel dengan kata kata yang menyindir. Dan akhirnya Marcel pun kembali menelfon Keyla.Ditelfon Marcel menjelaskan bahwa ia sudah beberapa kali mengirimkan Keyla sms, tapi tidak ada 1 sms pun yang ditrima oleh Keyla.

Setelah berbicara cukup lama ditelfon, Keyla tetap lebih banyak diam. Walaupun Marcel sudah memberi alasan yang jelas mengapa ia tidak memberi kabar, Keyla tetap masih merasa kesal. Sampai akhirnya telfon pun tiba - tiba terputus. Ternyata Marcel sudah tertidur pulas, dengan meninggalkan Keyla yang masih dalam keadaan merasa sangat kesal. She know he feel so tired. Lelah karena telah pergi dan menghabiskan waktu dengan para cewe itu. Huft.

Sebenarnya Keyla sudah memaafkan Marcel. Tapi entah mengapa hatinya masih belum bisa menerima itu semua. Sampai saat ini. Disappointed ? Yeah maybe. Ia sendiri pun tidak tahu, kapan perasaan ini akan menghilang. Did you know Cel ? I feel so hurt. Walaupun Keyla tau, seharusnya dia ga boleh kayak gini~

~ The End ~

What do you think ? Pernah ngerasain hal kayak gini ga ? Semoga ga pernah deh yaaa